Kamis, 15 Desember 2011

Sudahkah anda menyapa tetangga anda? yuk mari...

Hai blogs ! lama tidak posting ya, biasalah, sibuuk kakaa....
beberapa waktu ini jarang banget maen di lingkungan rumah sendiri, gara gara bangun bangun kekampus, pulang kampus numpang ngerjai laporan di kost temen, pas sampe di rumah udah malem dan komplek (uhuk, kompleeek) udah sepi.

komplek kecil yang jadi tempat tinggal gue selama "kurang lebih" 7 tahun ini cukup menyenangkan, suasananya masih hijau dan kurang terjamah polusi, well, there's many big trees here, until 2 years ago.2 tahun yang lalu komplek ini masih di penuhi dengan pohon pohon. terutama blok depan.. tapi penduduk disini mulai bertambah 2 tahun belakangan ini, taman pohon karet sudah diubh menjadi rumah royal terluas sekomplek ini. kebun singkong di blok sebelah udah jadi perumahan kecil berjudul "cyber town house" kebun didepan rumah pun sudah jadi rumah minimalis modern bergaya bali.

tapi memang ga banyak perubahan buat iklim, meskipun penduduk yang berarti orang orang yang menempati suatu daerah di tempat ini bertambah, iklim di daerah ini masih sejuk di pagi hari. kadang masih sempet ada kabut di pagi atau di sore hari setelah maghrib dan hujan. Didekat rumah ada sebuah sekolah negri yang ramai, ini juga mengundang hiruk pikuk lingkungan, walaupun kendaraan tidak bermain dan berlalu-lalang di blok gue, tapi justru anak anak SD ini memanfaatkan jalanan kopsong blok gue buat main bola. salah satunya ade gue sendiri.

Add caption


nah masyarakat daerah sekolah ini suka bikin marching band di lapangan dekat rumah, kadang juga ada perayaan yang menyenangkan. dalam perayaan ini sering banget banyak pedagang makanan anak anak yang gue kangenin, ini menggiurkan lho, ketika kenangan mampir dan makanan ada di depan mata apa lagi yang di tunggu selain pesen makanan masa kecil yang dirindukan itu banyak banyak. saat itu gue resmi jadi masyarakat SD. masyarakat itu adalah sekelompok orang yang memiliki tujuan sama dalam suatu lingkup lingkungan yang besar guys, nah tujuan gue adalah jajan.

budaya atau lebih akraab dengan arti kebiasaan yang mengakar bagi kita mungkin adalah cara tepat untuk menggambarkan kebiasaan di lingkungan ini. saya mengkategorikan kebudayaan ini sebagai kebudayaan betawi modern, tapi gak juga sih, bingung banget, soalnya gue ga tau nasi uduk itu makanan khas mana, . tapi yang pasti setiap pagi orang di komplek gue minilmal 78% dari penhuni komplek akan menyempatkan untuk beli nasi uduk yang di jajakan di 5 titik berbeda di komplek kami, sesuai dengan jarak terdekat masing masing rumah. yang ada dibayangan gue adalah kami seperti orang betawi yang pagi harinya makan nasi uduk pake gorengan dan minum teh hangat manis buatan ibu rumah tangga di rumah masing masing, sosialisasi sendiri sering terjadi dan paling banyak terjadi di warung penjaja nai uduk ini.

tapi berbeda dengan budaya betawi, maknaya saya bingung ini budaya apa. di komplek ini jarang banget ibu ibunya keluar rumah buat ngobrol, seperti di film film betawi... tapi sosialisasi sering ada di arisan kok. biasalah ibu ibu...

lalu asinan! banyakl banget yang jualan asinan disini, dan ondel ondel! banyak banget pengamen ondel ondel!. tapi yang pasti bikin ini agak budaya betawi adalah bahasa yang kami gunakan, sangat betawi sekali. bahasa adalah satu satunya yang sangat mirip dengan budaya betawi, di daerah ini berteriak teriak kadang bukanlah hal yang aneh. kecuali teriaknya malam hari.

karakter masyarakat disini pun bukan masyarakat yang kaku dan tidak peduli satu sama lain, karakter orang orang disini menyenangkan, apalagi habis liburan, pasti tuker tukeran makanan khas, mueheuhahehuaheahaeuhahue. ga jarang ada undangan dari blok yang ada diujung, barpun  jauh, kami saling kenal. well gue inget punya temen sebaya di komplek ini yang namanya bintang mohammad, orangnya emosian tapi bijak kok. dan kurang lebih kalo kalian kenal sama satu keluarga di komplek ini, pasti bisa kenal juga sama keluarga lain, karena eh karena kalo di telusuri lebih jauh ternyata penghuni komplek ini hanya 8 keluarga, nanti anaknya bikin rumah, sepupunya pindah kesebelah, cucunya bikin rumah juga, jadi kalo kenal satu bisa langsung kenal semua.

tetangga gue baru aja pindah ke sumatera, padahal bisanya mereka ngasih 4 makanan tiap tahunnya, sayang ya... selain itu anak rumah sebelah ini bernama hanif, dia itu suka banget ngikutin trend yang ada. mulai dari pakaian ampe minuman --" .

kenapa jadi ngomongin orang? yaa blog ini memang buat tugas, tapi ga mesti kaku ka? kekakuan indonesia didepan umum adalah salah satu hal yang menghambat pemerintah bersosialisasi dengan masyarakat. ini gue sebut dengan budaya kakuanbegini,bukan bukan, bukan papua nigini, emang mirip tapi bukan. saya telah melakukan beberapa pengamatan terhadap media paling sederhana pemerintah, apa itu ? iklan! ya iklan, siapapun yang  baca ini harap perbaiki sistem periklanan indonesia, masa iklan pemerintah kalah dengan iklan popok bayi? mana derajatnyaaaa? bayarlah artis sesuai tarif, jangan lupa bayar design grafiser dengan uang pas, jangan nyicil, apalagi hutang. inilah budaya jelek indonesia. satu lagi. ayolah ga ada peraturan yang bilang tampil formal itu kemeja --" kenapa kalo muncul di iklan tivi para mentri itu kaku sekali? jaga wibawa boleh, tetapi senyum mengajak itu lebih baik! sudah kah indonesia menyapa periklanan pemerintah negri tetangga?

gue melihat banyak positive side di lingkungan ini. solidaritas memberikan posisi terbaik bagi komplek kecil ini. untuk hal negative, tentunya jarang bersosialisasi kecuali ada acara lingkungan ga baik juga, minimal berhubunganlah dengan tetangga sebelah. karena saat ada apa apa tentunya si tetangga adalah sumber bantuan pertama yang harus dicoba.

well, maybe sampe sini aja ya? sudah habis nih kata katanya, tangan juga mulai cape. inspirasi pun  mandet...
oia, mau muji iklan pemerintah indonesia yang belakangan ini sudah mulai atraktif. good job, keep moving indonesia !

sudahkah anda menyapa lingkungan anda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar