test test, one two three.
hai semua? jadi apa kabarnya semua? saya sedang flu saat ini. tapi beruntung ya, orang tua selalu mengingatkan buat minum obat.
life's gonna hard and hurt for heart without them, yaa inilah keluara : saling menjaga.
gue suka banget sama cerita keluarga cemara, menurut gue, walaupun itu sinetron jaman dulu, dan mutu gambarnya kalah sama keadaan teknologi saat ini, buat gue itu ga masalah. kita lihat film film yang ada saat ini, betul betul mengajarkan lingkungan hidup yang munurut gue kurang baik. kita perhatikan dialognya deh, ga ada contohnya saat ini, tapi dialog dialog dalam keluardga di sinetron indonesia belakangan ini tidak berbobot dan tidak bermutu. selain itu, ada hal yang fatal erjadi sejak kurang lebih 6 tahun yang lalu. apa itu? (dari pandangan saya) sejak beberapa tahun silam sinetron indonesia mulai memberikan sinetron percintaan yang konfliknya cukup pelik, dan cukup bikin tegang. namun sayangnya konfliknya makin ke depan makin itu itu aja. misal: ga direstui sama orang tua untuk punya hubungan khusus, akhirnya kawin lari deh.di lain cerita, ada juga yang sampe ngotot dan melawan orang tua, tak lupa ada versi ibu dan saudara tiri menyiksa tokoh utama, ada juga ibu atau ayah yang membentak anaknya. lbih lebih lagi, film mulai memeberikan saran "cara ngambek yang sempurna" bagi anak. ini cukup memprihatinkan, namun solusi saya baru sedikit, setidaknya tolong berikan perilaku dan penanaman karakter yang bijak dalam suatu peran anak dalam keluarga, seperti cerita jaman dahulu "keluarga cemara". yah, tak bisa banyak bicara, karena pangsa pasar dalam dunia perfilman memang ada padakonflik konflik datas. hanya saja resikonya ya tentu membentuk sikap dan paradigma yang kurang tepat bagi anak anak yang ternyata tak siap melihat adegan tersebut.
nah, keluarga itu dalam sosiologi berarti suatu kerabat kandung terdekat, yang merupakan awal dari sosialisasi. dalam arti umumnya keluarga itu artinya sekumpulan orang yang memiliki hubungan darah yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. dalam lingkup yang besar dapat juga disertakan nenek dan saudara saudara dari orang tua. seperti yang disebutkan dalam sisi sosiologi tadi, keluarga merupakan tempat paling awal buat bersosialisasi, contoh paling umum adalah antara ibu dan anaknya yang baru lahir.
keluarga merupakan tempat terbaik untuk membentuk karakter seseorang, nah untuk membentuk seseorang menjadi hal yang diinginkan tentunya dibutuhkan lingkungan yang tepat atau ideal, dalam hal ini keluarga yang ideal. keluarga ideal sendiri membahas 2 aspek yang saling terkait, yaitu fisik keluarga dan psikis
gue punya seorang ayah yang setiap harinya bekerja, kecuali hari raya besar, hari minggu sendiri ayah tetap bekerja. ibu adalah seorang ibu rumah tangga yang seringkali lebih banya membantu ayah daripada dirumah itu sendiri. dan gue anaknya, dan gue... uuuh, ganteng. kata ibu 18 tahun yang lalu.
itu tadi formasi paling sederhana sebuah bentuk fisik keluarga, setidaknya sebuah keluarga harus terdiri dari ayah-dan ibu. yang tentunya terikat secara sah. namun seringkali ada keluarga yang memiliki fisik yang tidak lengkap. namun itu bukanlah suatu masalah besar, karena sebuah keluarga tak akan jadi keluarga jika anya memiliki fisik lengkap. faktor lain yang membuat sekelompok orang menjadi keluarga tentunya adalah : -ehem- cinta. ya, tentu dasar dari keluarga sekecil apapun adalah cinta, mulai dari kedua orang tua, hingga dari orangtua dan anak, juga sebaliknya, suau ikatan darah tanpa ikatan bati belum bisa dikatakan sebagai keluarga ideal.
umumnya keluarga yang ideal (di indonesia) adalah keluarga yang secara fisik terdiri dari : ayah, ibu, dan 2 anak. 2 anak sudah cukup kok, mari kita dukung program keluarga berencana. decara psikis sendiri harus ada keharmonisan dari setiap anggota keluarga. kembali kedasarnya, yaitu cinta kasih. keluarga yang tidak memiliki fisik yang ideal pun dapat dilengkapi asalkan psikisnya baik, misal, mengangkat seorang anak, mendapatkan ayah tiri atau anggota keluarga tiri. itu bukan lah suatu bentuk kekurangan, melainkan sebuah usaha untuk membentuk keluarga tersebut memiliki fisik yang ideal kembali, namun kembali ke awal, segalanya harus di landasi oleh perasaan cinta satu sama lain.
peran orang tua sendiri sudah gue berikan contohnya di 3 paragrah keatas. tetapi secara pastinya bila dijelaskan, keluarga memiliki sebuah inti, yaitu orang tua, dan anak. peranan orang tua paling awal adalah menjaga kelangsungan keluarga tersebut, seperti menyediakan sandang pangan papan.ayah umumnya bekerja dan menjadi kepala keluarga, dimana ia dituntut menjadi bijak dalam menentukan langkah keluarganya. ibu sendiri dapat berkarir, namun di negara ini sering kali tugas ibu adalah menjaga keberadaan anak, juga mengasuhnya, tugas lain seorang ibu adalah membantu suaminya untuk mengambill suatu keputusan. selain itu peran orang tua adalah tempat paling awal bagi anak untuk me-sosialisasikan dunia.
anak, gue sebagai anak tidak bisa banyak berbicara, karena ini bisa jadi sebuah tuntutan dari pada sebuah pendapat pemikiran.namun memang peranan seorang anak adalah mengindahkan suatu keluarga, dengan cara paling sederhana adalah menghormati orang tuanya dan
pay attention untuk setiap apa yang diinginkan orang tuanya. peranan lain anak yang terlihat bagi saya adalah: meneruskan kekeluargaan yang ia miliki dengan menjadi orang tua.
yaa nantinya gue tentunya mau jadi orang tua juga, hahaha
soal kemasyarakatan sendiri, tentu ada baiknya setiap anggota keluarga memiliki sosialisasi yang baik, sehingga satu keluarga dapat mengenal juga keluarga lain. terkadang hal ini dapat menjadi langkah untuk memperbaiki fisik keluarga yang tidak utuh.
yaah, bagi gue seperti apa yang gue daet di "keluarga cemara", sebuah keluarga lebih bernilai pada bentuk psikisnya, karena hal itu akan membentuk karakter setiap individu di dalam keluarga tersebut.
mungkinsekian saja ya kawan, thanks and get happy with your little family guys. they're precious.