Gyoza, gak semua orang kenal sama makannan khas yang satu
ini, ini sebuah dimsum langka yang sampai saat ini hanya segelintir orang yang
menguasai pembuatannya, mengapa ya gyoza ini jadi sangat langka? Salah satu
yang bikin gyoza ini langka adalah bumbu khas yang diracik sangat khusus, yaitu
minyak bawang, gak bisa sembarangan, saus untuk gyoza ini pun memakai takaran
dan resep khas. Beruntungnya guys, disekitar gue ada 2 orang yang bisa bikin
gyoza. Yaitu nenek gue, dan om gue. Gue sering membawa makanan khas ini ke
teman teman gue, teman gue sendiri Cuma mengenal makanan ini sebagai dimsum.
Well, dimsum sendiri banyak jenisnya, ini merupakan salah
satu bentuk budaya yang turun temurun terus diperkenalkan, seperti yang kita
tahu, dimsum biasa disajikan di awal hidangan sebagai makanan pembuka, atau
bahkan sebagai snack. Beberapa dimsum yang mungkin dikenal oleh masyarakat
diantaranya adalah ba’pao, su’tao, lumpia, siomay, dan banyak lagi. Makanan ini
seringkali menjadi icon ata menjadi makanan dengan rasa khas yang tidak ada di kota lain, namun, tetap saja ini sebenarnya merupakan
makanan khas orang orang keturunan etnik tiong hoa, tetapi tetap saja, ini
budaya milik indonesia .
Negri ini memiliki begitu banyak budaya, dan warisan budaya
yang amat banyak, diturunkan dari leluhur, walaupun masih ada beberapa yang
mulai pudar tetapi alangkah baiknya jika bisa terus kita jaga. Mengingat
kembali kejadian claim budaya oleh negara lain, indonesia
begitu marah dan begitu emosional dalam menanggapinya, namun setelah sekian
lama, indonesia
kembali jadi buta akan jatidirinya sendiri. Dan pengembangan budaya pun hanya
menjadi musim sesaat dan jadi lahan bisnis bagi beberapa orang. gue hanya bisa
prihatin sambil tertawa kecil. Hehehe
Manusia selalu
terikat sama yang namanya kebiasaan,, lalu kebiasaan ini lamakelamaan menjadi
sebuah habit dengan adaptasi tertentu yang malah berpengaruh sama orang lai,
inilah awal mula dari budaya. Yang lucunya, seringkali ada suatu budaya yang
tercipta secara tidak sengaja karena hal yang tidak diinginkan.. misalkan,
sebuah festival yang diadakan dalam rangka menolak bala, dan sial, awalnya
terjadi karena rutinitas doa tahunan untuk mengusir roh jahat, yang dipercaya
sering nampak di daerah itu, dan ternyata roh jahat itu hanyalah sekumpulan
anak muda yang sering sekali mengerjai anak kecil. Ckckckc
Manusia akan selalu meninggalkan budaya, dan budaya akan
selalu terikat di setiap diri manusia.