Kamis, 05 April 2012

sepotong dimsum, Gyoza


Gyoza, gak semua orang kenal sama makannan khas yang satu ini, ini sebuah dimsum langka yang sampai saat ini hanya segelintir orang yang menguasai pembuatannya, mengapa ya gyoza ini jadi sangat langka? Salah satu yang bikin gyoza ini langka adalah bumbu khas yang diracik sangat khusus, yaitu minyak bawang, gak bisa sembarangan, saus untuk gyoza ini pun memakai takaran dan resep khas. Beruntungnya guys, disekitar gue ada 2 orang yang bisa bikin gyoza. Yaitu nenek gue, dan om gue. Gue sering membawa makanan khas ini ke teman teman gue, teman gue sendiri Cuma mengenal makanan ini sebagai dimsum.

Well, dimsum sendiri banyak jenisnya, ini merupakan salah satu bentuk budaya yang turun temurun terus diperkenalkan, seperti yang kita tahu, dimsum biasa disajikan di awal hidangan sebagai makanan pembuka, atau bahkan sebagai snack. Beberapa dimsum yang mungkin dikenal oleh masyarakat diantaranya adalah ba’pao, su’tao, lumpia, siomay, dan banyak lagi. Makanan ini seringkali menjadi icon ata menjadi makanan dengan rasa khas yang tidak ada di kota lain, namun, tetap saja ini sebenarnya merupakan makanan khas orang orang keturunan etnik tiong hoa, tetapi tetap saja, ini budaya milik indonesia.

Negri ini memiliki begitu banyak budaya, dan warisan budaya yang amat banyak, diturunkan dari leluhur, walaupun masih ada beberapa yang mulai pudar tetapi alangkah baiknya jika bisa terus kita jaga. Mengingat kembali kejadian claim budaya oleh negara lain, indonesia begitu marah dan begitu emosional dalam menanggapinya, namun setelah sekian lama, indonesia kembali jadi buta akan jatidirinya sendiri. Dan pengembangan budaya pun hanya menjadi musim sesaat dan jadi lahan bisnis bagi beberapa orang. gue hanya bisa prihatin sambil tertawa kecil. Hehehe

 Manusia selalu terikat sama yang namanya kebiasaan,, lalu kebiasaan ini lamakelamaan menjadi sebuah habit dengan adaptasi tertentu yang malah berpengaruh sama orang lai, inilah awal mula dari budaya. Yang lucunya, seringkali ada suatu budaya yang tercipta secara tidak sengaja karena hal yang tidak diinginkan.. misalkan, sebuah festival yang diadakan dalam rangka menolak bala, dan sial, awalnya terjadi karena rutinitas doa tahunan untuk mengusir roh jahat, yang dipercaya sering nampak di daerah itu, dan ternyata roh jahat itu hanyalah sekumpulan anak muda yang sering sekali mengerjai anak kecil. Ckckckc

Manusia akan selalu meninggalkan budaya, dan budaya akan selalu terikat di setiap diri manusia.